GOWA – Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Makassar sukses melaksanakan Operasi Mandiri Kewilayahan dengan sandi "Wirawaspada" yang berlangsung pada tanggal 7 hingga 10 April 2026. Operasi serentak di seluruh Indonesia ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya terkait keberadaan orang asing.
Kepala Rudenim Makassar, Rudy Prasetyo, menjelaskan bahwa fokus utama operasi kali ini adalah melakukan pengawasan terhadap para pengungsi yang ditempatkan di berbagai tempat penampungan (community house) di wilayah Kota Makassar dan sekitarnya.
"Operasi Wirawaspada ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa seluruh pengungsi yang berada di bawah pengawasan Rudenim Makassar mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia," ujar Rudy dalam laporannya.
Pelaksanaan operasi diawali dengan pengarahan daring dari Direktorat Jenderal Imigrasi pada 7 April 2026, yang dilanjutkan dengan pemeriksaan lapangan selama dua hari berikutnya. Dalam giat tersebut, Petugas melaksanakan pemeriksaan identitas untuk memverifikasi dokumen dan jumlah pengungsi agar sesuai dengan database yang ada, sekaligus melakukan monitoring fasilitas di community house guna memastikan kelayakan tempat tinggal serta kepatuhan pihak pengelola. Selain itu, dilakukan pula sosialisasi secara humanis yang bertujuan memberikan imbauan kepada para pengungsi agar senantiasa menaati norma dan hukum yang berlaku di Indonesia selama mereka menunggu proses penempatan ke negara ketiga (resettlement).
Berdasarkan hasil evaluasi pasca-operasi, tim di lapangan melaporkan bahwa situasi di seluruh titik pengawasan terpantau kondusif. Petugas tidak menemukan adanya pelanggaran keimigrasian yang signifikan selama operasi berlangsung.
Selain aspek penegakan hukum, Operasi Wirawaspada juga menekankan pada tata kelola pengawasan yang akuntabel dan humanis. Rudenim Makassar juga memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, dan organisasi internasional yang menangani pengungsi.
"Kami berharap melalui operasi berkala seperti ini, data pengungsi tetap akurat dan kepatuhan mereka meningkat, sehingga tercipta keamanan dan ketertiban di wilayah Makassar," tutup Rudy
