Gowa - Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Makassar menerima arahan penting dari Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Selatan, Friece Sumolang, pada Selasa, 25 Maret 2025. Bertempat di aula Rudenim Makassar, seluruh jajaran pegawai Rudenim Makassar hadir untuk mendengarkan arahan tersebut.
Dalam arahannya, Kakanwil Friece Sumolang menekankan pentingnya penerapan filosofi budaya Sulawesi Selatan dalam lingkungan kerja, yaitu Sipakatau (saling menghormati), Sipakalebbi (saling menghargai), dan Sipakainge (saling mengingatkan). Nilai-nilai luhur ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan profesional di Rudenim Makassar.

Selain itu, Kakanwil juga mengingatkan pentingnya komunikasi terbuka di lingkungan kerja. Ia mendorong agar setiap permasalahan dapat diselesaikan secara internal melalui mekanisme yang telah ditetapkan. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas dan efektivitas kerja di Rudenim Makassar.
Friece Sumolang menegaskan komitmennya dalam meningkatkan budaya kerja yang lebih baik di lingkungan Rudenim Makassar. "Setiap pegawai harus bekerja dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi profesionalisme. Keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh integritas dan kerja sama yang solid," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Lucky Karim memberikan materi mengenai kepatuhan internal. Ia menekankan bahwa kepatuhan merupakan bagian integral dari profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN). Kepatuhan yang baik dapat mencegah terjadinya pelanggaran dan memastikan bahwa setiap tugas dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Kepala Rudenim Makassar, Rudy Prasetyo, menyampaikan terima kasihnya kepada Kakanwil Friece Sumolang atas waktu dan arahan yang telah diberikan. Ia berharap arahan ini dapat menjadi pedoman bagi seluruh jajaran Rudenim Makassar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka.

