Makassar – Suasana pagi di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Makassar terlihat berbeda pada Selasa (14/05). Belasan deteni dari berbagai negara tampak antusias mengikuti kegiatan senam pagi bersama yang digelar di taman blok hunian. Dengan dipandu instruktur, gerakan senam dilakukan penuh semangat, diselingi senyum dan gelak tawa yang mencairkan suasana.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan terpadu Rudenim Makassar yang menggabungkan aspek mental, fisik, dan kedisiplinan. Selain menjaga kebugaran tubuh, senam pagi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, mengurangi stres, serta memberikan energi positif bagi para deteni dalam menjalani masa pendetensian.
Kepala Rudenim Makassar, Rudy Prasetyo, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar olahraga rutin, tetapi bagian dari pendekatan holistik dalam membina para deteni.
"Kami ingin mereka tetap sehat, tidak hanya secara fisik, tapi juga mental dan emosional. Ini juga menjadi cara kami menanamkan nilai disiplin, keteraturan, dan kerja sama," ungkapnya.
Lebih dari itu, kegiatan ini mencerminkan komitmen Rudenim Makassar dalam menegakkan prinsip-prinsip hak asasi manusia. Dengan menciptakan suasana yang lebih manusiawi dan bersahabat, deteni diharapkan merasa dihargai dan tidak terasing selama masa penahanan administratif mereka. Para petugas pun terus mengedepankan pendekatan yang humanis dalam setiap aktivitas pembinaan.
Respons positif datang dari para deteni. Banyak yang merasa lebih bugar dan bersemangat setelah mengikuti senam pagi. Bahkan, beberapa di antaranya mulai menunjukkan inisiatif untuk memimpin gerakan senam, sebagai bentuk partisipasi aktif dan tanggung jawab terhadap sesama.
Ke depan, Rudenim Makassar akan terus mengembangkan program pembinaan dengan berbagai kegiatan tambahan seperti olahraga ringan, pelatihan keterampilan, serta bimbingan psikososial. Dengan langkah ini, diharapkan tercipta lingkungan yang sehat, harmonis, dan kondusif, baik bagi deteni maupun seluruh jajaran petugas.
