Gowa, 20 Mei 2025 – Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Makassar menunjukkan komitmen kuatnya dalam mewujudkan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dengan sukses menyelenggarakan Desk Evaluasi oleh Tim Penilai Internal (TPI) Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) pada hari Selasa, 20 Mei 2025. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting dari Aula Rudenim Makassar ini dimulai pada pagi hari pukul 11.00 wita.
Acara diawali dengan perkenalan dari Tim TPI, dilanjutkan dengan perkenalan dari Kepala Rudenim Makassar, Ketua Zona Integritas (ZI), serta masing-masing ketua kelompok kerja (pokja). Kepala Rudenim Makassar, Rudy Prasetyo, kemudian memaparkan secara singkat proses pembangunan ZI menuju WBK di Rudenim Makassar. Presentasi ini dilanjutkan dengan tur virtual yang menampilkan berbagai inovasi layanan dan fasilitas yang dimiliki Rudenim Makassar, disiarkan secara langsung untuk tim penilai. Untuk membakar semangat tim ZI, Rudy Prasetyo bahkan menampilkan yel-yel pembangunan ZI yang penuh energi.
Tim penilai memberikan berbagai saran dan masukan yang konstruktif. Apresiasi khusus diberikan untuk kesigapan call center Rudenim Makassar dalam merespons pengguna layanan.

Sesi tanya jawab menjadi momen interaktif antara tim penilai dan Rudy Prasetyo. Terkait proses rotasi pegawai di internal Rudenim Makassar, Rudy Prasetyo menjelaskan bahwa rotasi senantiasa memperhatikan kompetensi SDM dan kebutuhan organisasi. Mengenai penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dalam pelayanan, dijelaskan bahwa aplikasi E-motion untuk absensi pengungsi luar negeri masih menunggu persetujuan pusat untuk diaktifkan kembali, sementara aplikasi Apgakum dari pusat sedang digunakan. Tim TPI menyarankan agar Apgakum dimasukkan dalam laporan penerapan SPBE. Terakhir, untuk menyiasati pemberian makan deteni, Rudy Prasetyo menerangkan bahwa Rudenim Makassar telah menjalin kerja sama dengan pihak ketiga untuk memastikan kebutuhan makanan deteni terpenuhi dengan baik.
Dengan terlaksananya desk evaluasi ini, Rudenim Makassar telah mendapatkan arahan yang jelas dari Tim Penilai Internal mengenai area-area yang perlu diperbaiki. Ini menjadi langkah krusial dalam upaya Rudenim Makassar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan mewujudkan predikat WBK/WBBM.
